Para wartawan Amerika menghadapi masalah serupa. Tugas mereka menjelaskan suatu situasi sangat rumit kepada rakyat Amerika yang sedikit sekali mengetahui tentang Indonesia dengan penduduk yang banyak dan sumber daya yang penting. Dua wartawan Amerika, Daniel Schorr dari New York Times dan Arnold Brackman dari United Press datang meliput perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Dalam tahun-tahun pertama pasca Perang Dunia II para wartawan Amerika mungkin lebih berhasil dalam memperkenalkan negeri mereka kepada orang-orang Indonesia ketimbang dalam tugas-tugas mereka memperkenalkan Indonesia kepada rakyat Amerika. Hal tersebut disebabkan orang Amerika merupakan obyek yang ingin diketahui oleh kebanyakan orang di Indonesia dan karena para wartawan Amerika dapat bergaul lebih bebas dengan penduduk setempat dibandingkan dengan para diplomat Amerika, khususnya di daerah-daerah yang dikontrol oleh Belanda.
Dalam sebuah tulisan berjudul “No Man’s Land of the Far East” Daniel L. Schorr mengutarakan dalam New York Times Magazine (3-10-1948): “Dalam potpourri ini konsep-konsep nasionalisme mulai dari kepercayaan bahwa Belanda akan memberikan kemerdekaan hingga tuntutan-tuntutan bagi pengusiran setiap pengaruh Belanda bergerak mondar-mandir mencari keseimbangan (equilibrium). Dan dunia Barat yang sedang menunggu suatu penyelesaian yang akan membebaskan bahan-bahan kaya dari Nusantara berharap bahwa komunisme tidak memanfaatkan kekacauan.”
Daftar Pustaka:
Surabaya Post, 21 Agustus 1996
Wahyu Budi Arianto
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh 00.52
0 comments:
Posting Komentar